Remember Us To Die

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 10.11

Sabtu, 19 Maret 2010, 05:15

Tepat di waktu itulah akhir dari segala perjuangan yang dijalani teman satu perjuanganku melawan penyakit yang tak sengaja menggelayuti tubuhnya. Sakit yang sebenarnya tak perlu ia rasakan dan tak perlu ia derita. Dan semua itu menyisakan satu pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab secara logika, Mengapa harus berakhir dengan cara seperti ini?

Sempat aku merasa ini semua hanyalah takdir Tuhan. Tapi di satu sisi, aku juga merasa ini tak adil. Perangai baik yang ia tunjukkan di kesehariannya, tak akan mengunci mulutku untuk berkata, "Dia makhluk yang baik". Tak adil rasanya jika dia harus pergi dengan segala kesakitan di 10 hari sisa hidupnya.

Andai saja dokter lebih teliti mendiagnosis penyakit yang dideritanya. Dan andai obat yang mereka berikan tak salah. Mungkin semua ini tak perlu tak terjadi. Tapi, jika aku berharap seperti itu, maka aku tak akan mengelak jika semua orang memanggilku makhluk paling munafik yang pernah ada.

Munafik, karena ketika aku percaya pada kuasa Tuhan, aku percaya pada kehendak Tuhan, dan aku percaya pada takdir Tuhan, mengapa aku harus berharap takdir ini kan berubah? Mengapa aku mesti meragukan nilai kebaikan yang diberikan Tuhan dibalik takdir ini? Perih memang, namun singkat jawab hatiku, INILAH TAKDIR...

Steven Johnson Syndrome, telah membuat semua orang di sekelilingnya seakan tak percaya penyakit yang menghentikan nafasnya ini kan menimpanya. Begitu pula aku, tak bisa berkata-kata dan hanya terdiam dalam pasrah.

Aku tak pernah membayangkan bagaimana rasanya, ketika orang-orang yang begitu dekat dengannya, yang tlah lebih jauh mengenal siapa dirinya, dan merasakan kehangatan dalam hidupnya, harus kehilangan sosok yang begitu sederhana.

Meskipun aku tak begitu dekat, tapi ku tahu, semua orang yang mengenalnya juga akan berkata bahwa dia adalah sosok yang tak pernah terlihat kecewa. Dan berangkat dari sana, aku merasa bahwa dia adalah sosok teman yang kan slalu dirindukan.

Tangis memang takkan mengubah apapun, Teh Is telah pergi dan takkan kembali. Kecewa pun begitu, hanya akan menyisakan kenangan-kenangan yang kan membuat kita terlalu lama larut dalam penyesalan. Hanyalah do'a yang mampu membuat semuanya jauh lebih baik. Do'a pula lah yang saat ini Teh Is butuhkan, bukan tangisan atau bayangan-bayangan harapan yang tiada arti.

Tanpa kita sadari, di balik kejadian ini, satu nilai yang paling tulus yang bisa ku dapat. Teh Is pergi bukan tanpa tujuan. Teh Is pergi bukan tuk meninggalkan kenangan.
Tapi dia pergi untuk satu pesan...
Remember Us To Die...

Allah telah memilih Teh Is sebagai jalan untuk mengingatkan kita agar kembali ke jalan-Nya. Pernahkah kita sadari, saat Teh Is masih ada dan bersujud bersama-sama tepat disamping kita, memanjatkan do'a yang begitu ikhlas kepada Yang Maha Kuasa. Dalam do'anya, dalam harapannya, ketika ia tertunduk begitu tulusnya, terucap satu permohonan agar dirinya menjadi makhluk yang berguna bagi orang-orang di sekitarnya, agar bisa menjadi teman yang baik, agar bisa menjadi sahabat yang membuat mereka kembali ceria ketika mereka terjatuh dalam tangis. Pernahkah kita sadari itu?

Allah mendengar do'a Teh Is. Kepergiannya tak hanya meninggalkan kesedihan dan kerinduan. Tetapi juga meninggalkan harapan agar kita lekas kembali mengingat-Nya.
Remember us that we're all gonna die, someday.

Bahagialah disana teman, kuyakin Allah lebih tahu bahwa engkau layak tuk bersanding bersama-Nya di kehidupan yang abadi.

Selamat Jalan Teh Is...
Sampai kapanpun kenangan yang tlah kau berikan, kan tetap bersemayam dalam hidup kita. Tawamu, senyummu, kesederhanaanmu, dan semua hal yang membuat kita "tak rela melepasmu", kan kita jadikan sandaran agar hidup kita lebih baik dari hari ini.
Do'a kami tak berhenti untuk makhluk terbaik yang pernah kami kenal...

Selamat Jalan...


Read More..

ARTIKEL PENUTUP

1

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 08.51

Hanya ada satu makna yang bisa saya ambil dari keikutsertaan saya dalam ajang Djarum Black Blog Competition vol.2 ini. Dan satu makna itu mengartikan bahwa menjadi seorang penulis tidaklah mudah.

Sebelum membahas lebih jauh alasan saya tentang makna yang saya dapat. Saya ingin menunjukan artikel-artikel yang saya buat dalam keikutsertaan saya dalam Djarum Black Blog ini. Berikut list dari artikel yang saya kirimkan untuk ajang Djarum Black Blog Competition vol.2.

Artikel Pembuka
Back to Black
Black Tea atau Black Cappucinno
Ancaman adalah Tantangan
Bail Out Century
Bail Out Century Jilid II
Liburan ke Pantai Bikin Item ?
Mencari Arti Kebahagiaan
Menghindari Kejahtan Facebook
Think Again Before Action
Indonesia Butuh Wasit Asing ?
Sejarah Penemuan Obat
Tengkorak Aja Ngerokok
Nyatakanlah Sesuatu yang Harus Dinyatakan
Perokok Tak Dapat Fasilitas ?
Menanti Reaksi Pemerintah Terhadap Inovasi Anak Bangsa
“Everlasting Beauty” jadi ikon kota Bandung
Mengelola Panggilan Masuk
Razia Di Warnet, Perlukah?
Pemerintah dan Inovasi

Sekadar memberitahu, bahwa pengerjaan blog ini baru saya mulai di awal tahun 2010. Di umur blog saya yang masih terbilang masih muda ini, masih banyak hal yang perlu saya gali ilmunya tentang bagaimana membuat blog yang baik. Beruntunglah, karena sahabat saya mau mengajarkan banyak hal tentang blog. Di awali dengan mengajari saya bagaimana membuat blog, kemudian mengubah template, menambahkan gadget, mencari gadget yang sekiranya layak di pasang di blog, dan lain-lain.

Nah setelah hampir dua minggu bergelut dengan dunia blog, barulah saya mendapat info dari hasil blog walking bahwa Djarum Black mengadakan blog Competition. Dan info itu saya dapat hanya satu minggu sebelum UAS. Karena waktunya yang berdekatan dengan UAS, sempat terfikir untuk melepas saja event ini dan lebih berkonsentrasi untuk menghadapi UAS.

Tapi kemudian fikiran saya berubah. Dan hal yang mengubah fikiran saya tak lain adalah dukungan dari teman-teman se kelas. Karena mereka rasa, saya termasuk orang yang pandai bercerita, jadi tak ada salahnya kalo cerita itu dituangkan dalam sebuah artikel.

Berawal dari dukungan itu, saya pun mulai beranjak dari pemikiran pesimis menjadi optimis. Dengan sisa waktu 20 hari untuk menuliskan artikel, jelas itu tidaklah cukup bagi saya yang tidak terlalu gemar menulis. Tapi itu bukanlah penghalang, malah itu saya jadikan tantangan. Apakah saya sanggup menyelesaikan 20 artikel dalam 20 hari. Dan hari ini tantangan itu terjawab sudah.

Namun itu tak lantas membuat saya bangga, karena ada beberapa artikel yang saya buat dengan se-adanya. Dalam artian, penulisan artikel itu dilakukan sangat mendadak, seperti menulis 6 artikel di hari terakhir penutupan pendaftaran. Jelas itu tidaklah efektif, bahkan mungkin lebih terkesan asal-asalan. Benarkah itu?

Ternyata tidak, dari 6 artikel tersebut, semuanya saya buat sebaik mungkin. Baik itu dari penyusunan kata, keakuratan data, pemilihan tema, pemberian judul, dan lain sebagainya, semuanya saya fikirkan se-matang mungkin. Yang membuat itu menjadi terkesan asal adalah kompleksitas kalimat yang dihasilkan, karena ada beberapa kalimat yang dituliskan, justru membuat pembaca harus “muter-muter”, barulah didapatkan makna dari kalimat tersebut. Selebihnya, silahkan anda baca sendiri.

Menulis bagi sebagian orang bisa dikatakan sulit. Seperti apa yang saya lakukan, menulis memang tak se-gampang yang terfikir dalam imaji saya. Menulis membutuhkan keahlian, kebenaran, dan kebiasaan. Keahlian disini berarti pintar memilih tema apa yang akan ditulis yang mampu menarik perhatian pembacanya. Kebenaran disini berarti keakuratan data dalam hal-hal yang diceritakannya. Terlepas apakah data itu suatu pengalaman atau kejadian yang dilihatnya, sebisa mungkin data yang ada memang valid, sesuai dengan kenyataan. Karena dengan kita menuliskan apa yang telah kita ketahui, jauh lebih mudah daripada menuliskan apa yang tidak kita ketahui. Sementara kebiasaan disini mengarah pada frekuensi kegiatan menulis yang penulis itu lakukan.

Berangkat dari pernyataan tersebut, saya pun berasumsi bahwa menjadi seorang penulis tidaklah mudah. Dan dengan adanya ajang inilah saya tahu itu. Dari ajang Black Blog Competition ini pula saya banyak mendapatkan ilmu baru. Maka tak ada salahnya, jika saya berharap kerja keras ini berbuah hasil yang manis. Mungkin terlalu muluk untuk seorang pemula. Tapi harapan itulah yang membuat saya masih bersedia menuliskan artikel terakhir ini.

Akankah berakhir manis? Hasil yang manis tak melulu mengenai penghargaan, tapi juga mengenai perubahan yang terjadi pada diri kita. Dan itu sudah saya dapatkan dari ajang Black Blog ini.

Terima Kasih untuk semua hal yang membuat hidup ini menjadi lebih baik.

Read More..

PEMERINTAH DAN INOVASI

1

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 08.49

Menanggapi artikel sebelumnya yang mengulas tentang reaksi pemerintah terhadap inovasi anak bangsa dalam ajang BIA (Black Innovation Awards). Maka tak adil rasanya jika saya tidak mengulas inovasi yang diberikan pemerintah untuk rakyatnya.
Memasuki dunia yang penuh dengan segala macam problematika di era globalisasi ini, mau gak mau pemerintah mesti mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sekiranya mampu mengatasi problematika yang muncul ke permukaan. Disinilah peran wakil rakyat yang mengatur jalannnya pemerintahan dipertaruhkan. Mengapa?

Bukan rahasia umum lagi, jika kita melihat program - program yang dicanangkan pemerintah, kurang mendapat perhatian dari rakyat. Malah sebagian dari mereka menentang kebijakan pemerintah. Itulah alasan mengapa pemerintah butuh inovasi, paling tidak untuk mengembalikan kepercayaan rakyat.

“Kami Butuh Bukti Bukan Janji”, kalimat itu selalu terdengar lantang di setiap “gelaran” demonstrasi, baik itu dari mahasiswa, lembaga, ataupun aktivis yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kata-kata yang terucap jelas menyinggung pemerintahan saat ini yang terkesan lamban dalam menyikapi masalah. Bahkan hampir tidak terlihat adanya indikasi untuk memajukan rakyat.

Kembali ke kasus Century. Apa inovasi pemerintah untuk menyikapi kasus tersebut? Pembentukan pansus jawabannya. Seberapa inovatif dan efektif kah, kebijakan pemerintah tersebut?


Dilihat dari segi penanganan masalah, pembentukan pansus bisa dibilang sudah inovatif. Berkaca dari frekuensi masalah, boleh lah saya angkat jempol atas pemikiran ini. Karena sejauh yang saya tahu, di kasus inilah, baru dibentuk pansus. Dimana tujuan awal dibentuknya pansus adalah menyelesaikan permasalahan aliran dana Century secara cepat, tepat dan akurat. Orang-orang yang tergabung dalam pansus, bisa dibilang adalah orang-orang yang bukan sembarangan. Mereka adalah orang yang paling layak dan merupakan ahli di bidangnya. Bagaimana tidak, mereka adalah orang-orang yang ditunjuk oleh masing-masing partai. Jadi, boleh dikatakan mereka adalah “orang-orang terpilih”. Pertanyaannya, sudah efektif kah?

Dengan tegas, saya katakan bahwa pembentukan pansus tidaklah efektif. Dari kacamata saya, apa yang dipertontonkan pansus, bukanlah hal yang diinginkan rakyat. Di awal bolehlah mereka seakan bekerja dengan baik. Itu terlihat dari komentar-komentar pedas dari anggota fraksi yang beda partai. Selain itu, mereka juga memperlihatkan kinerja yang baik denga menyebutkan bahwa telah terjadi pelanggaran hukum dalam kasus Century. Tapi semakin lama, kasus ini malah semakin “molor”. Bahkan ada ketakutan dalam diri saya, bahwa kasus ini tidak akan menemui titik penyelesaian. Maksudnya tidak ada tindakan hukum terhadap orang-orang yang terlibat dalam kasus ini. Mengapa demikian?

Jika kita amati perkembangan kasus Century, ada sesuatu hal yang menggelitik bathin, ketika beberapa media massa menyebutkan bahwa pansus kini berdebat mengenai penyebutan nama orang-orang yang terlibat. Menurut saya, apalagi yang mesti di takutkan, toh dengan menyebut nama, rakyat akan lebih tahu siapa-siapa saja yang sudah berbuat keliru untuk bangsa.

Mungkin inilah inovasi pemerintah dengan tidak menyebut nama orang-orang yang “bersalah” dalam sebuah kasus. Karena yang saya tahu, dalam kasus-kasus sebelumnya nama orang-orang yang bersalah selalu disebutkan. Tapi rakyat akan menanyakan alasan pemerintah perihal mengapa nama tidak di sebutkan. Apakah alasannya?
Sebagai rakyat biasa, saya menilai bahwa alasan pemerintah ada dua.
• Menjaga nama baik orang yang bersangkutan di mata masyarakat.
• Takut salah. Dilihat dari bukti yang didapat dari masing-masing fraksi,
jelaslah bahwa bukti mereka tidak terlalu kuat untuk menyatakan bahwa orang-orang yang terlibat memang “bersalah”. Inilah yang mungkin memunculkan keraguan untuk menyebutkan nama.

Bagaimana tanggapan saya mengenai inovasi tersebut?

Secara keseluruhan, tak ada reaksi positif dari inovasi yang dilayangkan pemerintah tersebut. Malah jika, usulan tersebut benar-benar dijalankan, maka yang tersisa hanyalah cibiran dari masyarakat dan pandangan yang semakin buruk terhadap kinerja pemerintah. Mengapa saya berkata demikian? ini tak lain karena asumsi saya yang menganggap bahwa dengan tidak menyebutkan nama, berarti ada yang “disembunyikan” dari rakyat. Bukankah demokrasi berarti dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Mengapa mesti ada yang disembunyikan? Toh kasus itu sendiri melibatkan rakyat.

Biarlah mereka yang menjawab pertanyaan itu. Jawaban mereka jelas akan mempengaruhi nilai pemerintah di mata rakyatnya. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah menyimak, mengawasi dan memberi tanggapan terhadap hasil pemikiran mereka. Mungkin tanggapan kita akan menjadi inovasi bagi pemerintah. Siapa tahu inovasi kita jauh lebih “memajukan” pemerintahan?

Read More..

RAZIA DI WARNET, PERLUKAH?

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 08.48

Wacana ini sebenarnya udah pernah gue alamin sendiri pas jaman gue masih SMP. Waktu dulu, pihak sekolah ngedapetin cd bokep di tas salah satu temen gue. Dan bodohnya lagi, temen gue juga ke dapetan nyimpen video-video bokep di hp nya. Dan lebih bodoh lagi, temen gue ngakunya kalo tuh video di dapet dari warnet di seberang jalan sana. Besoknya, pihak sekolah ngirim ajudannya buat ngerazia warnet tersebut. Yang diutamain sih meriksa murid-muridnya yang lagi ngakses internet disana. Eh, yang banyak kedapetan malah bukan anak SMP nya, tapi anak SMA, tetangganya sekolah gue juga tuh. Tapi untungnya gue bukan termasuk orang-orang yang ada disana pas lagi ada razia. Dan bebas dari sanksi deh.
Nah sekarang, umur gue udah mau nginjek 20 nih. Itu artinya, udah gak jaman lagi deh ngunduh-ngunduh video yang kayak begituan. Soalnya kesibukan kuliah dan minat yang kuat juga udah nunjukkin mana yang lebih pantes buat dilakuin. Secara gue kan udah dewasa, itu maksudnya.

Jadi, kalo sekarang wacana razia pelajar di warnet itu digulirkan lagi, gue bakal setuju-setuju aja sih. Toh kerjaan gue juga udah jauh dari yang namanya pelanggaran. Kerjaan gue kali ini sih palingan download artikel-artikel atau software yang ngaruh ama kegiatan kuliah gue. Atau paling banter juga ngurusin blog gue. Termasuk posting artikel buat Djarum Black Blog Competition ini nih.


Kembali ke permasalahan tentang perlu atau enggaknya dilakuin razia di warnet, kalo kata gue sih perlu. Sekalipun langkah itu gak terlalu efektif buat ngebentengin kalangan pelajar dari sisi negatif penggunaan internet, tapi setidaknya dengan diberlakukannya razia, bakal ngasih sedikit shock therapy atau mungkin efek jera bagi pengguna internet itu sendiri. Tentunya kalo pengguna tersebut ngakses hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi dan hal-hal yang dianggap melanggar dalam aturan.
Karena razia aja gak bakalan efektif, gue fikir mesti di lakukan pembelajaran tentang etika penggunaan internet. Edukasi tentu jadi hal yang paling utama disini. Ini bakal ngaruh terhadap kesadaran dan tanggung jawab si pengguna. Dengan begitu, mereka bakal bisa memilih mana yang lebih baik dan benar.

Langkah paling tepat menurut gue, diberikan sosialisasi tentang makna penggunaan internet yang baik. Itu bisa diberikan kepada siapa saja yang mau, khususnya sih buat para pengguna internet. Sosialisasi itu sendiri dilakukan bertahap dengan menilai perubahan yang terjadi.

Pertama, kita lakukan pemberitahuan tentang cara yang baik menggunakan internet. Langkah selanjutnya adalah memberikan mereka kebebasan mengakses internet tanpa diberi aturan. Ini ditujukan agar tumbuh kesadaran dengan sendirinya, bukan karena keterpaksaan. Langkah selanjutnya adalah menilai proses perubahan yang terjadi. Perubahan yang dapat dilihat secara nyata adalah perubahan sikap. Sikap seseorang yang menunjukan perubahan ke arah yang lebih baik, biasanya bersikap tenang dan lebih bijak.

Tapi ini semua hanyalah wacana. Tentang sudah tepatkah langkah sosialiasi dan razia ini, kita sendiri yang bakal nemuin jawabannya.

Read More..

MENGELOLA PANGGILAN MASUK

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 08.46

Artikel ini ditujukan buat orang-orang yang ngerasa dirinya termasuk dalam kategori orang yang sibuk. Tujuannya sih cuman buat ngasih tahu, kalo ada software yang bakal mengatur otomatis panggilan masuk. So, baca aja deh beritanya yang gue masukin dalam rubrik Black In News ini…

CallGuard ini aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengelola dan mengontrol panggilan masuk. Aplikasi ini memiliki fungsionalitas untuk mem-blacklist atau me-reject panggilan masuk dan melakukan white list dengan menerima panggilan masuk dari nomor-nomor yang telah dipilih sebelumnya.

Kalo kalian termasuk orang sibuk atau mungkin super sibuk, aplikasi ini jelas bakalan ngebantu banget. Ini tak lain karena aplikasi ini mengoperasikan fungsi mutes dan reject kalo ada panggilan masuk. Seterusnya aplikasi ini bakal otomatis ngirim SMS ke nomor yang tadi nelfon kamu. Jadi kalian gak perlu ngelakuin yang namanya mute pas lagi ada panggilan masuk waktu kalian lagi rapat atau lagi nunggu panggilan yang lebih penting, misalkan pengumuman pemenang Djarum Black Blog Competition vol.2, atau pengumuman yang sifatnya diberitahu lewat telefon.


Yang perlu kita lakuin disini cuman bikin dua kategori, white list dan blacklist. White list bakal nerima semua panggilan masuk dari nomor-nomor yang ada di list itu sendiri. Nah nomor-nomor yang tidak tercantum dalam white list, secara otomatis bakal dimasukkin dalam daftar blacklist. Blacklist sendiri bisa diatur lagi, di setting maksudnya. Disini kita bisa bikin aturan buat nomor-nomor yang ada di blacklist, apakah mau di muted atau reject, itu sih sesuaikan saja dengan kepentingan kalian.

Jumlah nomor yang bisa disimpan juga tidak terbatas. Itu artinya, kalian bisa memblokir nomor-nomor yang kalian rasa cuman ngeganggu aktifitas kalian aja. Misalnya, private number yang melakukan missed call berulang-ulang. Kalian bisa dengan leluasa memblokirnya tanpa mesti khawatir sama keterbatasan software.
Khusus buat mengopersionalitaskan fungsi rejected, kalian bisa milih opsi busy buat dimunculin kalo ada panggilan masuk dari nomor yang ada di dalam white list. List yang udah dibuat bakal diaktivasi dengan sendirinya buat ngikutin schedule activity kalian. Maksudnya sesuai dengan setting di awal, list ini bakal ngasih tahu buat mengaktifkan aplikasi ini atau tidak.

So, tertarik atau tidak bukan itu masalahnya. Yang jelas kalo kalian pengen hidup lebih tentram, aplikasi ini bakal ngebuat kalian lebih tenang dengan memblokir nomor-nomor yang kalian rasa ngeganggu hidup kalian.

Read More..

“EVERLASTING BEAUTY” JADI IKON KOTA BANDUNG

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 08.42

Menyambut hari jadinya yang ke 200, pemerintah kota Bandung mengadakan lomba logo Hari Ulang Tahun (HUT)ke-200 kota Bandung. Dan setelah melewati tahap pemilihan, didapatlah pemenang yang menghadirkan tema “Everlasting Beauty”.
Achmad Sutarjono sebagai pengusung tema “Everlasting Beauty”, mengungguli empat nomine lainnya dengan raihan 7.976 SMS yang memilihnya. Sebagai bentuk apresiasi atas hasil karyanya, Achmad pun berhak mendapatkan hadiah uang tunai Rp25 Juta, telefon genggam, dan merchandise dari sponsor dalam pengumuman pemenang di Plaza Balai Kota Bandung.
Dilihat dari logo yang dihasilkan, karya Achmad ini memang layak menjadi pemenang. Perpaduan warna yang full color seakan menunjukkan bahwa Bandung adalah kota yang menghasilkan beraneka macam keceriaan di setiap sudut kotanya. Inilah logo yang bisa dibilang sederhana tapi elegan. Bagaimana tidak, font yang ditampilkan pun sangat kreatif, tak banyak tambahan-tambahan yang membuatnya menjadi terlihat lebih rapi.
Lomba logo itu diikuti 232 peserta dengan 311 karya . Peserta tidak hanya berasal dari Bandung Raya, tapi juga berasal dari kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Solo, Klaten, hingga Aceh.


Walikota Bandung Dada Rosada Mengucapkan terimakasih kepada masyrakat atas partisipasi dalam perlombaan logo ini. Beliau juga menyatakan selamat kepada pemenang lomba logo dan berharap logo HUT ke-200 Kota Bandung itu bisa menjadi ikon baru kota di tahun ini. Beliau berharap, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, perayaan dua abad ulang tahun ini bisa mewujudkan Kota Bandung yang bermartabat.
Logo pemenang akan digunakan di semua media promosi dan pelaksanaan kegiatan HUT ke-200 kota Bandung. Masyarakat bisa menggunakan logo tersebut tanpa dikenai biaya. Menurut Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, seluruh masyarakat, baik organisasi, perguruan tinggi, dan semuanya diharapkan mencamtumkan logo ini pada berbagai kegiatan yang diadakan. Dengan harapan, setiap pendatang di Kota Bandung akan menemukan sesuatu yang baru.
Peluncuran logo HUT Kota Bandung ke-200 ini dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat di kalangan Pemkot Bandung. Acara ini juga dimeriahkan oleh pentas kreasi seni dan tampilan seniman ibu kota.
Dengan berakhirnya perlombaan logo HUT ke-200 Kota Bandung, selaku penulis saya berharap Djarum Black juga bisa mengadakan gelaran yang sama. Tentunya dengan hadiah yang lebih menarik dari apa yang ditawarkan Pemkot Bandung pada perlombaan logonya.
Dengan diadakannya perlombaan logo ini, diharapkan masyarakat penikmat karya seni, khususnya seni rupa merasa diperhatikan. Dan penikmat karya seni di Indonesia pun tidaklah sedikit. Ini seharusnya bisa menjadi kans untuk lebih mempopulerkan Djarum Black di mata masyarakat. Mengingat antusiasme yang akan didapat pun, diperkirakan akan cukup tinggi, sebagaimana antusiasme masyarakat di berbagai gelaran Djarum Black yang sudah-sudah.
Peluang untuk mengadakan gelaran ini pun terbuka sangat lebar, mengingat Djarum Black memiliki banyak logo di setiap gelaran. Beberapa gelaran hasil pemikiran Djarum Black diantaranya, Djarum Black Blog Competition, Black Innovation Awards(BIA), BIA Goes to Campus, Auto Black Through, dan lain sebagainya. Dari logo yang sudah ada pada gelaran yang dimiliki Djarum Black tersebut sebenarnya sudah cukup menarik. Tapi itu tak menutup kemungkinan untuk menciptakan logo yang lebih menarik dari apa yang sudah ada. Pertanyaannya, Maukah Djarum Black mengubah logo-logonya yang sudah dipertahankannya selama ini?
Kita tunggu jawabannya.


Read More..

MENANTI REAKSI PEMERINTAH TERHADAP INOVASI ANAK BANGSA

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 08.40

Melihat Animo peserta Black Innovation Awards 2009, tak ada salahnya kalo saya simpulkan bahwa inovasi tak pernah mati. Seperti diberitakan ANTARA News, bahwa setidaknya ada 1.400 inovasi yang terdaftar dan itu harus disaring menjadi 50 semi finalis, 25 finalis dan kemudian dipilih tiga terbaik. Bukankah itu suatu prestasi yang membanggakan. Paling tidak kerja keras masyrakat untuk menciptakan sebuah inovasi layak untuk mendapatkan apresiasi lebih.

Sudah tidak diragukan lagi bahwa inovasi yang diciptakan para peserta pun sangat imajinatif. Banyak konsep-konsep yang sederhana yang tidak terfikirkan oleh banyak orang, dan hasilnya pun luar biasa. Kita lihat karya para juara dan apa yang dapat anda katakan tentang inovasi mereka.

Nama pertama adalah karya Arif Kurianto sang inovator Blind Gaple. Alat ini sendiri merupakan satu bentuk permainan gaple unik yang dirancang bagi para tuna netra lewat permukaan kartu yang tidak rata. Dengan blind gaple, para tuna netra dapat saling bermain gaple tidak hanya dengan sesama tuna netra tapi juga bisa dilakukan dengan orang normal.


Contoh lainnya adalah Bagcamp karya Muhammad Rois Abidin. Karyanya layak jadi juara mengingat tas hasil kreasi idenya bisa dibuat menyatu antara tas punggung keren dengan tenda di dalamnya.
Dan masih banyak inovasi lainnya, yang bisa kita lihat selengkapnya di www.blackinnovationawards.com
Sungguh di luar dugaan jika kita melihat lebih dekat kondisi bangsa saat ini yang tengah terpuruk dengan masalah dari dalam maupun dari luar. Sepatutnya kita bangga, karna masih ada orang-orang yang mampu menciptakan inovasi. Lantas, haruskah kita berpuas diri dengan prestasi ini?
Tidak, masih banyak permasalahan bangsa yang harus siap kita hadapi. Terlebih memasuki era globalisasi, begitu banyak alat dan produk dari luar yang menyerbu negeri ini. Disinilah peran kita sebagai anak bangsa untuk menciptakan inovasi yang lebih dari ini dibutuhkan. Tak usah ragu, karna kita memang mampu menghadapi masalah ini. Dan yakinlah bahwa kita mampu bersaing dengan inovasi yang diciptakan masyarakat luar sana.
Tak usah kita pertanyakan lagi apa yang membuat kita seharusnya yakin. Bukti-bukti di atas sudah menunjukkan semua, bahwa kreatifitas anak bangsa memang tak pernah mati. Selalu ada inovasi untuk membuat segalanya jauh lebih mudah. Tapi mengapa bangsa kita terlihat seakan-akan tak pernah berkembang?
Pertanyaan tersebut memanglah sederhana, tapi jawaban yang dihasilkan pastilah lebih rumit dari soal-soal SPMB matematika dan fisika. Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat reaksi pemerintah mengenai kegiatan-kegiatan seperti ini.
Dukungan dari pemerintah akan membuat si penghasil inovasi merasa diperhatikan dan itu akan membuatnya berfikir untuk melakukan hal yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya kini. Dengan begitu, anak-anak bangsa pun akan semakin tergerak untuk ikut bersaing dalam menghasilkan inovasi yang lebih baik demi memajukan bangsa.
Semakin banyaknya inovasi yang dihasilkan, semakin banyak pula solusi-solusi yang dihasilkan untuk menghadapi setiap masalah. Dari sana, kita akan melihat bahwa bangsa kita bisa lebih produktif untuk menghasilkan alat-alat yang siap bersaing di pasar global. Itulah alasan yang saya rasa tak ada salahnya untuk dilakukan pemerintah. Toh langkah tersebut tidak terlalu sulit untuk dilakukan.
Sudahkah pemerintah melakukan langkah tersebut?
Kita tunggu jawabannya di Black Innovation Awards 2010.


Read More..

PEROKOK TAK DAPAT FASILITAS?

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 08.37

Black In News
Judulnya memang sedikit menghancurkan perasaan para perokok, termasuk pula saya. Tapi tenang dulu, ini baru sebuah wacana. Dan wacana ini pun masih terbatas untuk masyarakat yang berada di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta saja.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat akan mengkaji ulang mekanisme pemberian layanan kesehatan bagi keluarga miskin daerah(gakinda) yang merupakan perokok aktif. Dan upaya tersebut akan dilakukan secara berproses untuk meninjau mekanismenya. Adanya dampak buruk bagi kesehatan yang serius terhadap perokok aktif dan pasif , ditengarai menjadi latar belakang diadakannya program peninjauan ulang ini.
Hal itu tersirat dari apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati. Beliau menyatakan bahwa ia setuju dengan adanya rencana peninjauan itu, karena ada dampak kesehatan yang serius terhadap perokok dan sekitarnya.
Alma juga menambahkan, dari data yang dimilikinya sekitar 30 persen pengeluaran masyarakat miskin justru dipakai untuk membeli rokok. Padahal dari 30 persen itu seharusnya lebih layak untuk dibelikan makanan, minuman, ataupun mengusahakan pendidikan yang layak untuk anak-anak.
Rencana peninjauan pemberian layanan kesehatan bagi masyarakat miskin ini akan membahas tentang masih layak atau tidaknya pemberian layanan kesehatan bagi gakinda. Ini tak lepas dari wacana pemprov DKI Jakarta yagn belum lama ini berencana untuk tidak memberikan pelayanan Jaminan Kesehatan dan Surat Keterangan Tidak Mampu kepada warganya yang diketahui sebagai perokok berat.


Tujuan itu tak lain adalah untuk menekan jumlah perokok agar berkurang. Menurut hasil survey yang dihasilkan di DKI Jakarta, sebanyak22 persendari total pengeluaran selama satu bulan keluarga miskin dihabiskan untuk rook. Itulah sebabnya, banyak LSM yang meminta Pemprov DKI melakuakn penelitian terhadap kasus ini.
Kebijakan itu juga mengarah pada perumusan kembali persyaratan pemberian kartu JPK Gakin dan SKTM kepada keluarga miskin. Keputusan akan diambil dari dat-data yang ada sehingga dapat mengambil rumusan kebijakan berdasarkan asa berkepihakan . Dan diharapkan dari hasil keputusan tersebut, tidak begitu saja memberikan dukungan pada perokok aktif atau justru akan memberatkan masyarakat dari golongan tidak mampu.
Bagaimana untuk golongan menengah ke atas?
Karena saya rasa para pembaca artikel ini juga berada di golongan ini, saya rasa tidak perlu khawatir dengan rencana pemprov tersebut. Toh, kebijakan tersebut ditujukan untuk masyarakat golongan menengah ke bawah. Benarkah?
Secara tegas saya jawab tidak. Kasus ini harusnya bisa jadi pelajaran bagi kita, karena kebijakan ini diluncurkan berdasarkan dampak yang ditimbulkan rokok, selain karena kondisi ekonomi rakyatnya . Dan dampak tersebut adalah umum, tidak hanya untuk masyarakat miskin saja, tetapi untuk semua perokok, baik itu aktif ataupun pasif.
Berdasar pada tanggapan tersebut, ini tidak menutup kemungkinan bahwasanya suatu saat nanti akan diberlakukan aturan untuk menghentikan pemakaian rokok. Dan usaha-usaha itupun sudah terlihat jelas, seperti wacana untuk “mengharamkan” penggunaan rokok, dilarang merokok di fasilitas umum, menaikan pajak rokok dan lain sebagainya.
Masalah selanjutnya adalah bagaimana reaksi perokok jika aturan tersebut benar-benar dijalankan? Masih adakah arti kebebasan bagi perokok?

Read More..

Find Your Future Here